https://www.fapjunk.com
Sabtu, Februari 17, 2024
BerandaPknPengertian Pendidikan Kewarganegaraan: Tujuan dan Fungsi

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan: Tujuan dan Fungsi

Pendidikan kewarganegaraan adalah suatu program pendidikan yang bertujuan untuk membentuk warga negara yang memiliki kesadaran akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang baik.

Pendidikan kewarganegaraan juga membantu memperkenalkan prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan negara, termasuk nilai-nilai moral dan etika yang dijunjung tinggi oleh masyarakat.

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan kewarganegaraan adalah program pendidikan yang ditujukan untuk membentuk kesadaran kewarganegaraan dan tanggung jawab sosial pada setiap individu yang berada di dalam suatu negara.

Pendidikan kewarganegaraan bertujuan untuk mengenalkan prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan negara, termasuk nilai-nilai moral dan etika yang dijunjung tinggi oleh masyarakat.

Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan

Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah membentuk warga negara yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap negaranya.

Selain itu, tujuan pendidikan kewarganegaraan juga meliputi meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara serta mengembangkan kemampuan untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat.

Fungsi Pendidikan Kewarganegaraan

Fungsi utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membentuk karakter dan moral yang baik pada warga negara, sehingga mereka dapat menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif bagi negara dan masyarakatnya.

Selain itu, pendidikan kewarganegaraan juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat identitas nasional dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Sejarah Awal Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia

Pendidikan kewarganegaraan telah ada sejak zaman kolonial Belanda di Indonesia. Pada masa itu, pendidikan kewarganegaraan diajarkan sebagai bagian dari mata pelajaran sejarah Indonesia.

Namun, pada saat itu, pendidikan kewarganegaraan hanya mengajarkan aspek-aspek historis tanpa memberikan penekanan pada aspek sosial dan politik.

1. Sejarah Pendidikan Kewarganegaraan pada Masa Penjajahan Belanda

Pendidikan kewarganegaraan baru berkembang pada masa pendudukan Jepang di Indonesia. Pada masa ini, pendidikan kewarganegaraan lebih fokus pada aspek sosial dan politik, termasuk memperkenalkan prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.

Setelah Indonesia merdeka, pendidikan kewarganegaraan menjadi lebih penting dan lebih terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional.

2. Sejarah Pendidikan Kewarganegaraan Pasca Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, pendidikan kewarganegaraan menjadi lebih penting dan lebih terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional.

Pemerintah Indonesia mengeluarkan undang-undang tentang pendidikan nasional pada tahun 1947 yang memuat ketentuan bahwa pendidikan kewarganegaraan harus diajarkan di sekolah-sekolah sebagai mata pelajaran wajib.

Selain itu, pada masa Orde Baru, pendidikan kewarganegaraan diintegrasikan dalam pelajaran Pancasila. Sejak itu, pendidikan kewarganegaraan di Indonesia memiliki fokus yang lebih besar pada pengenalan dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan kewarganegaraan sangat penting bagi negara dan masyarakat. Dengan pendidikan kewarganegaraan yang baik, diharapkan warga negara dapat memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap negaranya serta dapat berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat.

Selain itu, pendidikan kewarganegaraan juga dapat membantu memperkuat identitas nasional dan mencegah konflik sosial.

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian Pendidikan Kewarganegaraan menurut para ahli:

1. Zamroni

Menurut Zamroni (Tim ICCE, 2005: 7) pengertian pendidikan kewarganegaraan ialah “pendidikan demokrasi yang bertujuan dalam mempersiapkan warga masyarakat yang berpikir kritis dan bertingkah demokratis, melalui aktivitas menanamkan kesadaran kepada generasi baru, bahwa demokrasi itu merupakan bentuk kehidupan dalam masyarakat yang paling menjamin hak-hak dari warga masyarakat”.

2. Merphin Panjaitan

Pendidikan kewarganegaraan merupakan pendidikan demokrasi yang memiliki tujuan untuk mendidik para generasi muda yang menjadi warga Negara yang demokratis serta pasrtisipatif melalui suatu pendidikan yang dialogial”.

3. Soedijarto

pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan politik yang memiliki tujuan untuk bisa membantu peserta didik untuk bisa menjadi warga Negara yang secara politik dewasa serta ikut serta membangun sistem polititk yang demokratis.

4. Kerr

Menurut Kerr, citizenship or civics education is construed broadly to encompass the preparation of young people for their roles and responsibilities as citizens and in particular, the role of education (through schooling, teaching, and learning) in that preparatory process). (Winataputra dan Budimansyah, 2007: 4)

Terjemahan dari definisi Kerr tersebut yang dapat dijelaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan itu dirumuskan secara luas yang telah mencakup proses penyiapan generasi muda untuk bida mengambil peran dan tanggung jawab sebagai warga Negara, serta secara khusus, peran pendidikan ini termasuk di dalamnya persekolahan, pengajaran dan belaja, dalam proses penyiapan warga negara tersebut.

5. Aziz Wahab

Menurut Aziz Wahab, “Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah media pengajaran yang mengIndonesiakan para siswa secara sadar, cerdas, serta penuh tanggung jawab.

Oleh karena itu, program PKn memuat berbagai konsep umum ketatanegaraan, politik dan hukum Negara, serta teori umum lainnya yang cocok dengan target tersebut (Cholisin, 2000: 18)

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 yaitu Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah ialah mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga Negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak serta kewajibannya untuk menjadi warga Negara Indonesia yang cerdas, terampil, serta berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

Berbeda dengan pendapat di atas pendidikan kewarganegaraan dapat diartikaan sebagai penyiapan generasi muda dalam hal ini pelajar (siswa) untuk menjadi seorang warga Negara yang mempunyai pengetahuan, kecakapan dan nilainilai yang diperlukan untuk bisa berpartisipasi aktif dalam masyarakatnya (Samsuri, 2011: 28)

Pendidikan kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pembentukan warga Negara yang dapat memahami dan bisa melaksanakan hak-hak serta kewajiban untuk menjadi warga Negara Indonesia yang cerdas, terampil dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945 (Depdiknas, 2006: 49)

Pendapat lain, pengdidikan kewarganegaraan itu merupakan usaha dalam membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antar warga Negara dengan negaranya serta pendidikan pendahuluan dalam bela Negara menjadi warga Negara agar dapat diandalkan oleh bangsa dan Negara (Somantri, 2001: 154)

Pendidikan kewarganegaraan dapat diharapkan bisa mempersiapkan peserta didik menjadi warga Negara yang mempunyai komitmen yang kuat dan konsisten untuk mmepertahankan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hakikat NKRI ialah Negara kesatuan modern.

Negara kebangsaan merupakan Negara yang pembentuknya didasarkan pada pembentukan semangat kebangsaan dan nasionalisme yakni pada tekad suatu masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu Negara yang sama.

Walapun warga Negara masyarakat itu berbeda-beda dalam agama, ras, etnik ataupun golongannya.

Hasil Analisis Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan

Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah dikemukakan di atas, dapat dianalisis bahwa :

  • Menurut Zamron dan Merphin Panjaitan, pendidikan kewarganegaraan itu adalah pendidikan demokrasi
  • Menurut Soedirjo, pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan politik
  • Menurut Kerr, pendidikan kewarganegaraan itu pendidikan untuk penyiapan warga Negara
  • Menurut Aziz Wahab, pendidikan kewarganegaraan itu adalah pendidikan yang mengIndonesiakan siswa
  • Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006, pendidikan kewarganegaraan itu adalah pembentukan warga Negara sesuai dengan amanat UUD 1945

Rumusan Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Berdasarkan Hasil Analisis

Berdasarkan hasil analisis dari 10 pengertian pendidikan kewarganegaraan di atas, terdapat beberapa hal-hal penting sehingga dapat diartikan bahwa pendidikan kewarganegaraan merupakan pendidikan demokrasi politik yang diselenggarakan oleh lembagalembaga pendidikan dalam rangka pembentukan dan penyiapan warga Negara Indonesia yang sebenar-benarnya sehingga dapat berpikir kritis, partisipatif, demokratis dan bertanggung jawab sesuai yang telah diamanatkan oleh UUD 1945

Analisis Fungsi Pendidikan Kewarganegaraan

  • Mengembangkan kecerdasan warga Negara (civic intelligence)
  • Membina tanggung jawab warga Negara (civic responsibility)
  • Mendorong partisipasi warga Negara (civic participation)

Kesimpulan

Pendidikan kewarganegaraan adalah program pendidikan yang penting bagi setiap individu dalam suatu negara. Tujuannya adalah untuk membentuk kesadaran kewarganegaraan dan tanggung jawab sosial pada setiap individu yang berada di dalam suatu negara.

Admin
Adminhttps://infobeasiswa.web.id
infobeasiswa.web.id merupakan situs website pendidikan yang berisi Informasi tentang pendidikan terkini dan terbaru, dan berbagai ilmu Pengetahuan lainnya.
RELATED ARTICLES

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular